KORANBOGOR.com-Sariawan kerap dianggap sebagai gangguan ringan pada rongga mulut. Namun, luka kecil di bagian dalam mulut tersebut dapat menimbulkan rasa perih dan mengganggu aktivitas sehari-hari, terutama ketika makan, minum, hingga berbicara.
Sariawan juga dapat muncul tanpa diduga. Kondisi ini membuat banyak orang mencari cara untuk meredakan rasa tidak nyaman sekaligus mempercepat proses pemulihan.
Ada berbagai faktor yang dapat memicu munculnya sariawan. Mulai dari kondisi tubuh, kebiasaan sehari-hari, hingga luka atau iritasi pada jaringan mulut.
Penyebab Sariawan
- Stres dan kelelahan
Stres serta kurang beristirahat dapat menjadi salah satu faktor yang berkaitan dengan munculnya sariawan. Pada sebagian orang, keluhan tersebut muncul ketika tubuh berada dalam kondisi lelah atau mengalami tekanan. - Makanan dan minuman yang mengiritasi
Istilah “panas dalam” sering digunakan masyarakat untuk menggambarkan sejumlah keluhan, termasuk sariawan. Namun, secara medis, istilah tersebut tidak merujuk pada satu jenis penyakit tertentu.
Keluhan di mulut dapat muncul bersamaan dengan kondisi seperti kurang minum, kelelahan, maupun konsumsi makanan tertentu.
Makanan yang terlalu pedas, asin, atau asam, serta minuman yang terlalu panas, juga dapat mengiritasi jaringan mulut. Kondisi tersebut berpotensi membuat rasa nyeri akibat sariawan semakin terasa.
- Luka akibat tergigit atau gesekan
Sariawan juga dapat muncul setelah terjadi trauma pada jaringan mulut. Salah satunya ketika bagian dalam pipi atau lidah tidak sengaja tergigit.
Selain gigitan, gesekan kawat gigi, permukaan gigi yang tajam, penggunaan sikat gigi, maupun iritasi lainnya dapat menyebabkan luka pada jaringan mulut.
Cara Merawat Rongga Mulut Saat Sariawan
Menjaga kebersihan rongga mulut tetap penting ketika sariawan muncul. Namun, rasa nyeri terkadang membuat seseorang enggan menyikat gigi atau membersihkan mulut secara optimal.
Dalam kondisi tertentu, obat kumur antiseptik berbahan chlorhexidine dapat digunakan sebagai bagian dari perawatan rongga mulut.
Pedoman klinis NHS juga mencantumkan chlorhexidine sebagai salah satu pilihan obat kumur antiseptik untuk kondisi ulserasi atau peradangan tertentu di dalam mulut, terutama ketika rasa sakit membuat kebersihan mulut sulit dilakukan.
Salah satu produk yang mengandung bahan tersebut adalah MINOSEP Extra. Produk ini mengandung Chlorhexidine Gluconate 0,2 persen dan Cetylpyridinium Chloride (CPC) 0,05 persen.
Chlorhexidine merupakan bahan aktif dengan sifat antiseptik dan antimikroba yang membantu menghambat pertumbuhan serta penyebaran bakteri di rongga mulut.
Berdasarkan informasi resmi produk, MINOSEP Extra ditujukan untuk membantu merawat berbagai masalah kesehatan rongga mulut, termasuk sariawan, iritasi atau infeksi gusi, gusi bengkak, dan sakit gigi.
Penggunaan obat kumur tetap perlu mengikuti aturan pakai yang tercantum pada produk. Jika keluhan tidak membaik atau justru semakin parah, pemeriksaan oleh dokter gigi atau tenaga kesehatan dapat menjadi langkah yang lebih tepat.
Jangan Anggap Semua Sariawan sebagai Keluhan Biasa
Sebagian besar sariawan ringan dapat membaik dengan sendirinya. Namun, sariawan yang berukuran besar, terasa sangat nyeri, sering kambuh, atau tidak kunjung sembuh perlu mendapat perhatian lebih.
Sariawan ringan umumnya dapat sembuh dalam sekitar 7-10 hari. Sementara itu, kondisi yang lebih berat dapat berlangsung lebih lama.
Jika sariawan menetap atau muncul berulang kali, pemeriksaan oleh dokter gigi atau tenaga kesehatan diperlukan untuk mengetahui kemungkinan penyebabnya.
Selain menggunakan produk perawatan yang sesuai, beberapa langkah sederhana juga dapat dilakukan.
Di antaranya menjaga kebersihan mulut, mencukupi kebutuhan cairan, serta menghindari makanan dan minuman yang dapat memperparah iritasi pada luka.
Mengenal Minosep
Minosep merupakan brand yang bergerak di bidang health and hygiene dan telah hadir di Indonesia selama 34 tahun.
Selama lebih dari tiga dekade, Minosep mengembangkan produk untuk membantu masyarakat menjaga kebersihan dan kesehatan rongga mulut maupun tubuh sesuai fungsi dan peruntukan masing-masing.
Minosep juga memiliki keterkaitan dengan dunia kedokteran gigi dan tenaga kesehatan, termasuk dokter gigi dan bidan. Selain menyasar konsumen, Minosep juga menjadi bagian dari ekosistem kesehatan yang melibatkan tenaga profesional dalam mendukung pemahaman masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan tubuh.
Saat ini, Minosep memiliki dua fokus utama, yakni Oral Hygiene dan Body Hygiene.
Pada kategori Oral Hygiene, produk Minosep ditujukan untuk membantu menjaga kebersihan dan kesehatan rongga mulut, termasuk gigi dan gusi. Masing-masing produk memiliki kandungan aktif serta fungsi yang disesuaikan dengan kebutuhan dan indikasinya.
Sementara pada kategori Body Hygiene, Minosep menghadirkan produk untuk membantu menjaga kebersihan tubuh, termasuk area kewanitaan.
Menjaga kebersihan mulut dan tubuh pada akhirnya perlu menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari. Dengan perawatan yang tepat, berbagai gangguan kesehatan dapat lebih diperhatikan sejak awal.