Rio Clappy Menuturkan Beragam Kisah dan Rasa dalam Album Perdana “Tutur Hayat”

Harus Baca

KORANBOGOR.com-Pada 30 Oktober 2026, Rio Clappy akan merilis Tutur Hayat, album berisi sepuluh lagu yang menelusuri berbagai pengalaman dan perasaan manusia. Lewat album ini, Rio Clappy mengangkat cerita tentang kebahagiaan, kehilangan, kenangan, dan penerimaan hal-hal yang kerap hadir bersamaan dalam perjalanan hidup. “Bunga Abadi”, “Denyut”, “Belia”, dan “Janji Bahagia” menjadi empat lagu yang telah dirilis lebih dahulu dan kini turut masuk dalam daftar lagu dalam album perdana ini.

Judul Tutur Hayat merepresentasikan upaya menuturkan kehidupan melalui lagu.Setiap lagu menjadi potongan cerita yang menggambarkan berbagai fase kehidupan,mulai dari pertemuan yang membawa kebahagiaan,perpisahan yang meninggalkan kenangan,hingga proses memahami dan menerima perubahan.

Kesepuluh lagu di dalamnya disusun sebagai rangkaian kisah yang saling melengkapi, dengan pengalaman personal sebagai pintu masuk untuk memahami perasaan yang lebih luas dan dekat dengan kehidupan pendengar.

“Secara garis besar,Tutur Hayat gue maknai sebagai ucapan dari jiwa. Kata ‘tutur’ berarti ucapan atau menyampaikan sesuatu sementara ‘hayat’ merujuk pada jiwa dan juga kehidupan,yang berasal dari bahasa Arab Al-Hayat.

Buat gue, menuturkan dan berbagi sesuatu merupakan bagian dari sifat manusia yang sudah berlangsung sejak dahulu,” ujar Rio Clappy mengenai pemilihan judul album ini.

Proses pengerjaan Tutur Hayat berlangsung sekitar lima tahun,termasuk proses mengumpulkan keberanian,ide,dangagasan. Salah satu lagu di dalamnya, “Dari Alammu”, bahkan telah diciptakan sejak 2021 dan awalnya direncanakan rilis sebelum “Bunga Abadi”.

Penggarapan Tutur Hayat melibatkan sejumlah musisi dan kolaborator yang turut membentuk warna musikal album ini.

Rio Clappy menjadi sosok utama dalam penulisan,komposisi,aransemen,dan produksi sebagian besar lagu,dengan kolaborasi bersama Tiara Dita Mawarni,Risa Yuliyanti Misbach,Wildan Ryanda,Ankela Bare Simamora,dan Bonar Hutagalung.

Dari sisi musikalitas,Vega Antares,Erikson Jayanto,Morris Orah, Eki Tri Putra, Afirniar Mutsrin,Taufan Wirzon,Andika Putra, TJ Dika, dan Restha Wirananda turut berkontribusi melalui permainan instrumen dan aransemen.

Sementara itu, proses produksi album ini turut didukung oleh Sony Febriyan sebagai produser eksekutif pada beberapa lagu, serta Vega Antares,Rizki Muhammad,dan Rama Harto yang menangani proses mixing dan mastering.Rekaman dilakukan di Antares Studio,Clap Studio,Great Wave Studio,Studio Rekam Kamar, dan LoveEvilive Studio.

Melalui album ini,Rio Clappy ingin mengajak pendengar melihat bahwa perjalanan hidup tidak hanya berkutat pada jatuh cinta dan patah hati. Ada pula kehidupan,kematian,serta berbagai pengalaman yang perlu dijalani dengan baik.

Ia berharap lagu-lagu dalam Tutur Hayat dapat terhubung dengan cerita hidup masing-masing pendengar, baik dalam hubungan dengan sesama manusia maupun dalam hubungan spiritual dan keagamaan.

Tutur Hayat akan dirilis pada 30 Oktober 2026 dan tersedia di berbagai platform streaming musik digital, termasuk Spotify, Apple Music, dan YouTube Music.

Selamat mendengarkan!

Booking Contact : +62 858-8314-7785 (Salsabila)

Email : rioclappym@gmail.com

IG : @rio_clappy

Tiktok : @rio_clappy

YouTube : Rio Clappy

All DSP : Rio Clappy

Track 01: Al-Bidayah (Instrumental)

Track 02: Dari Alammu


Segala musim berlalu

Rupa dan sayup matamu

Kau masih membayangiku

Terlarut hanyut kelabu

Basuh aku dalam sepi

Tercipta syair sang malam

Tangis berderai elegi

Cintaku selalu terpendam

Celakanya…

Kau pergi tak berpesan

Damailah dalam pulangmu

Doaku di setiap udara

Cintai aku dari alammu

Kucintaimu dari duniaku

Tak apa aku melepaskan

Karna ada yang dicintai untuk ditinggalkan

Track 03: Bunga Abadi

Ku persembahkan bunga abadi yang kupetik untuknya

Dalam perjalanan menuju keabadian hidup

Hidup tiada duka, hidup tiada lara

Ku telah menyadari

Dirinyalah yang pantas miliki

Bunga abadi yang t’lah kusimpan

Setelah sekian lama

Terpendam jauh dalam diriku

Di dalam hidupku

Oh, apalah arti dari semua yang tercipta

Tanpa kehadirannya di sini

Oh…

Ku menembus ruang dan waktu

Terjalin gelak tawa, sedih dan merayu

Bersanding bersama dirinya

Oh…

Hanya satu yang kan kupinta

Menjaga bunga abadi yang t’lah kuberi

Di dalam perjalanan hidupnya

Oh…

Ku menembus ruang dan waktu

Terjalin gelak tawa, sedih dan merayu

Bersanding bersama dirinya

Oh…

Hanya satu yang kan kupinta

Menjaga bunga abadi yang t’lah kupetik

Satu dan selamanya

Di dalam perjalanan hidupnya


Track 04: Janji Bahagia

Berjalan pulang 

Dalam padamnya sinar sang mentari

Seribu kata

Yang tak terucap menambah luka di hati

Selalu kunanti

Gelak tawamu

Jiwaku berseri lagi

Meski kutahu

Semua kisah ini tak akan abadi

Dalam kesendirian ini, sanggupkah ku berdiri?

Apa guna semua janji bahagia yang ada
Kisah ini hanya akan ada air mata
Gema suara yang membisu setelah sekian lama
Kau segalanya yang kan kutangisi

Di Januari

Kau datang bagai hujan yang selalu dinanti

Saat kau peluk

Dan kau berkata aku kan setia menunggu

Dalam kesendirian ini, sanggupkah ku berdiri?

Apa guna semua janji bahagia yang ada
Kisah ini hanya akan ada air mata
Gema suara yang membisu setelah sekian lama
Kau segalanya yang kan kutangisi

Track 05: Binar

Pergi pagi pulang larut

Menyusuri awan kabut

Dalam hati selalu kusebut

Namamulah yang terpaut

Cinta untukmu tiada terlihat

Tapi terasa begitu hangat

Seperti kertas dengan perekat

Senyummu selalu melekat

Kusambut kau dengan binar

Lalui jalan yang berliku

Kuharap Tuhan mendengar

Apa yang selalu jadi doaku

Seribu bulan telah berlalu

Telah kulampaui masa lalu

Kini kau terima cintaku

Track 06 : Denyut

Ku nikmati bisik hangat pagi
Seakan jiwaku bersembunyi
Akankah indahmu
Memudar sekali lagi

Menarilah denyut angan-angan
Bersanding batinku dalam badai
Dalam doa kau begitu dekat
Pelan menuju samudera harapan

Walau mawar berduri melukai mimpi
Teduhnya suaramu meredakan sunyi
Kau datang menunjukkan jawaban
Angin malam senandungkan cita bersama

Meniti Bahagia

Track 07: Semasa

Engkau pujaan

Pesona jiwa

Menuntun ku menuju pintu hatimu

Dalam pejamku, hadirmu yang ku nanti

Binar matamu tumbuhkan rinduku

Mendekatlah bermesra

Bercumbu rayu, dalam pelukku 

Merajut asmara

Semasa berdua dan langit jingga

Cinta kasih abadi kian nyata

Semerbak wangi bunga

Merekah bersama

Dalam sehidup semati

Dalam lamunan, malam tiada bintang

Kau hadir dan bermanja

Bercumbu rayu, dalam pelukku 

Merajut asmara

Semasa berdua dan langit jingga

Cinta kasih abadi kian nyata

Semerbak wangi bunga

Merekah bersama

Dalam sehidup semati

Tergores kenangan abadi

Bersama bercanda mesra merayu


Track 08: Belia

Kau hadir bagai pagi yang tenang
Masa-masa indah bersamamu

Serasa mentari yang bersinar
Oh, betapa hangatnya kenangan

Masa remaja seperti takkan berlalu
Cinta bersemi seindah pertama bertemu
Ketika kau datang membawa bingkisan sentuhan
Semesta melagu, melantunkan dirimu

Fajar mewangi
Menyambut jiwa-jiwa yang belia
Mawar nan bersemi

Track 09 : Untuk Melati

Merekah

Pagi yang berbeda 

Dalam kehangatan

Tangis dan tawamu

Di tabir sempurna asmara

Menitipkan makna

Mengisahkan haru dan citamu

Genggamlah tanganku

Kau takkan pernah jatuh

Tak semua harus selalu engkau mengerti

Terbangkan anganmu

Gapai dengan s’luruh caramu

Meski tak selalu, angin mengarah padamu

Track 10 : Terima Kasih Telah Bertamu

Dalam sujud aku mengadu

Sepertiga malam pun kian haru

Larut dalam harapan semu

Berlayar batinku menembus waktu

Ku di sini ingin bertemu

Menjalin mimpi merangkai rayu

Namun kini ku hanya menunggu

Dijelang rindu, dibalut pilu

Terima kasih, t’lah bertamu

Dalam hidupku, dalam sanubariku

Remang malam penuh harap

Akankah ku jelang dirimu kembali

Engkau datang di lamunanku

Kusambut dirimu walau bayang semu

Dalam doa aku bersimpuh

Meski waktu takkan sembuhkan piluku

Terima kasih, t’lah bertamu

Dalam hidupku, dalam sanubariku

Remang malam penuh harap

Akankah ku jelang dirimu kembali

Terima kasih, t’lah bertamu

Dalam hidupku, dalam sanubariku

Remang malam penuh harap

Akankah ku jelang dirimu kembali

Usai sudah, semua tawa

Hampa surgaku tanpa hadirmu, sayang

Engkau akan, aku kenang

Hingga nanti datang waktuku tuk pulang

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Percepat Penanganan Karhutla di Palembang, Satgas Udara Semai 7,2 Ton Dry Ice dan NaCl

KORANbOGOR.com,JAKARTA-TNI bersama BMKG dan tim gabungan terus mengoptimalkan pengerahan Alutsista udara dalam Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) guna mempercepat penanggulangan...

Berita Terkait