Slow It Down: Cassette Tape Menciptakan Dunia Fiktif dengan Meninggalkan Formula Romansa Mereka

Harus Baca

Band alternative pop asal Tangerang Selatan,Cassette Tape, merilis single terbaru mereka,”Slow It Down”,pada Jumat,30 Oktober 2026,di semua platform streaming digital.


KORANBOGOR.com-Selama ini Cassette Tape dikenal lewat lagu-lagu cintanya. Di “Slow It Down”,mereka melihat cinta dari sisi yang lebih reflektif dan lebih luas. Lagu ini lahir dari quarter-life crisis,saat tiba-tiba terpikir bahwa hidup mungkin memang tidak punya makna. Tapi mereka memilih tidak menganggapnya sebagai akhir dunia.

Kalau makna tidak diberikan dari awal, berarti kita bebas menentukannya sendiri. Bagi Cassette Tape, maknanya ada di cinta, baik pada diri sendiri maupun pada orang-orang di sekitar.

Ajakan “slow it down” ini sebenarnya agak ironis, karena datangnya bukan dari orang yang lagi santai. Justru karena terlalu banyak hal terjadi sekaligus, dan terus mengikuti semuanya bisa bikin siapa pun terkuras.”Kami merasa kondisi sekarang bikin pikiran dan tanggung jawab numpuk, dan isu-isu datang cepat banget,” kata Cassette Tape.

“Makanya kayaknya lebih baik kita ambil waktu sebentar buat pelan-pelan,kasih ruang ke diri sendiri untuk berpikir dan berefleksi. Nanti juga ketemu hidup ini sebenarnya buat apa. Kalau buat kami, jawabannya adalah menyebarkan cinta dan terus memegangnya.”

Lagunya dibuka dengan rasa capek, lalu perlahan berubah jadi penuh harapan. Verse pertama jujur soal perasaan bahwa dunia terus berputar tanpa kita. Perasaan itu sengaja cuma ditaruh di satu verse, dan sisa lagunya dibuat lebih hopeful dan epik.

Dari sisi musik, mereka menggarap lagu ini tanpa referensi dan membiarkan isi kepala bertiga yang memimpin. Hasilnya lebih keras dan lebih berisik dari karya-karya sebelumnya, seperti dunia yang juga lagi berisik. Ini juga lagu pertama Cassette Tape di mana gitar dan bas jadi “pemimpin perjamuan” di bagian outro.

Kalau lagu-lagu sebelumnya banyak bercerita tentang kisah personal, kali ini mereka menulis lagu tentang “kita”, dengan tema yang cukup terbuka untuk ditafsirkan masing-masing pendengar.

Di listening session yang intim,10 tamu melukis clay berbentuk manusia, jadi tiap orang bisa membuat versi clay dirinyasendiri di dunia baru Cassette Tape yang bernama Claytopia. Tampilan clay yang gemuk, imperfect, dan buatan tangan ini juga dibawa ke artwork lagunya, sejalan dengan lirik “we’re nothing more than dust and clay”.

Ada tamu yang merasa sedih, ada yang senang, ada juga yang terharu, dan itu memang yang diharapkan band. Mereka ingin kejujuran lagu ini sampai ke hati pendengar, supaya pendengar juga bisa jujur dan tulus pada dirinya sendiri.

“Slow It Down” dirilis sebagai single, tapi Cassette Tape memberi kode bahwa ini belum jadi kata terakhir untuk babak ini.
“Every single soul and the things they’re fighting for. Not a single worth of nothing can replace the love we hold.”

Tentang Cassette Tape (IG @cassettetape_)
Cassette Tape adalah trio alternative pop asal Tangerang Selatan: Sarah Azka (vokal), Farrel Cahyono (bas), dan Joe Pramudio (gitar). Penggemar mereka disebut Tapeheads. Setelah merilis EP debut Here’s Something You Might Wanna Listen pada 2020, mereka merilis album debut Records 2 Relate 2 pada 23 Januari 2026.

CREDITS

Written by: Sarah Azka Arief, Farrel Cahyono, Joe Pramudio
Produced by: Sarah Azka Arief, Farrel Cahyono, Joe Pramudio
Mixed by: Irene Edmar Irawan
Mastered by: Irene Edmar Irawan
Artwork by: Sabrina Angeliqu
Instagram : @cassettetape_ | YouTube : Cassette Tape | TikTok : @cassettetape_
All DSP : Cassette Tape

Social Media:
Instagram: @cassettetape_ | TikTok: @cassettetape_
Spotify: Cassette Tape | YouTube: @CassetteTape

Media Relations
Aditya Hernanto

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Pertukaran Kreatif Australia-Indonesia Tampil Di Panggung Jakarta Fashion Week

KORANBOGOR.comJAKARTA-Perancang busana kontemporer Australia Shiva Yousefpour (SHIYO) tampil bersama perancang busana  Indonesia Angelita Nurhadi (Studio Jeje) dan Astrid Nadia...

Berita Terkait