Raih Pengakuan AMI Awards 2026 Lewat Album Kedua,Idgitaf Bicara Relevansi “Berusaha di Bawah Hujan” Terhadap Situasi Indonesia Hari Ini

Harus Baca

KORANBOGOR.com,JAKARTA-Perjalanan musisi dan pencipta lagu muda Idgitaf di industri musik Indonesia mencapai babak baru yang signifikan. Melalui album studio keduanya, “Berusaha di Bawah Hujan”, ia berhasil membawa pulang tiga penghargaan di ajang AMI Awards 2026.

Momentum pengakuan industri ini dimanfaatkan Idgitaf bukan semata untuk merayakan pencapaian pribadi, melainkan untuk merefleksikan kembali keterkaitan karya-karyanya dengan realitas dan dinamika yang sedang dihadapi masyarakat Indonesia hari ini.

Kemenangan ini menandai kali pertama Idgitaf meraih trofi AMI Awards sejak awal meniti karier bermusiknya.Pada perhelatan tahun ini,ia berhasil memenangkan 3 dari 6 nominasi yang didapatkannya,meliputi: Karya Produksi Album Terbaik Terbaik (untuk album “Berusaha di Bawah Hujan”),Karya Produksi Folk/Country/Balada Terbaik (untuk lagu “Sedia Aku Sebelum Hujan”),serta Video Lirik Pilihan Penikmat Musik (Kategori Favorit YouTube).Deretan apresiasi ini menjadi validasi atas konsistensinya sebagai musisi yang mampu menyajikan karya dengan musikalitas solid dan berbobot.

Dirilis pada Mei 2026,album “Berusaha di Bawah Hujan” telah mencatatkan lebih dari 409 juta pemutaran (streams) di Spotify. Penerimaan publik yang kuat didorong oleh sejumlah nomor lagu yang lekat di telinga pendengar,seperti “Sedia Aku Sebelum Hujan”,kolaborasi bersama Hindia dalam “Masih Ada Cahaya”,hingga nomor “Mendung” yang baru-baru ini dirilis bersama Yura Yunita. Angka pemutaran tersebut mencerminkan bagaimana tema-tema hubungan antar manusia dan kerentanan dalam album ini terhubung langsung dengan keseharian para pendengarnya.

Melihat sorotan besar yang tertuju padanya malam itu, Idgitaf menegaskan pentingnya menaruh empati pada situasi sosial terkini.

“Perjalanan saya untuk sampai ke panggung ini sama sekali tidak mudah. Ada banyak proses jatuh bangun di baliknya. Ketika kerja keras itu akhirnya diakui oleh AMI Awards, saya merasa momen ini terlalu berharga jika hanya dipakai untuk merayakan diri sendiri.

Saya ingin memanfaatkan ruang ini untuk menyuarakan perjuangan lain yang jauh lebih besar di luar sana, khususnya melihat situasi Indonesia hari ini yang sedang tidak mudah bagi banyak orang.

Karya ini lahir dari rasa resah, dan saya ingin mengingatkan bahwa di tengah situasi sesulit apa pun, kita perlu tetap saling peduli dan saling jaga,” tutur Idgitaf.

Refleksi tersebut ditegaskan kembali saat Gita menerima piala untuk kategori paling bergengsi, Karya Produksi Album Terbaik Terbaik. Dalam pidatonya, ia menyampaikan:

“Di luar sana, ada yang sedang sangat membenci hujan karena longsor dan banjir. Dan ada juga yang sangat merindukan hujan karena kebakaran hutan. Walaupun mereka berbeda situasinya dalam mencintai atau membenci hujan, ada kesamaan dalam keduanya. Mereka membutuhkan restorasi dan akuntabilitas.”

Pengakuan di AMI Awards 2026 ini kian menegaskan positioning Idgitaf sebagai salah satu musisi dan pencipta lagu paling kredibel di generasinya. Album “Berusaha di Bawah Hujan” kini telah tersedia dan dapat didengarkan di seluruh platform streaming musik digital.

Aditya Hernanto

Business Manager
Cecil

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Jenazah Sertu (Anm) Heri Prasetyo Ditemukan , TNI Tuntaskan Evakuasi Korban Helikopter Mi-17V5

KORANBOGOR.com,JAKARTA-Jenazah Sertu (Anumerta) Heri Prasetyo, salah satu prajurit TNI yang gugur dalam kecelakaan helikopter Mi-17 V5 saat menjalankan misi...

Berita Terkait