KORANBOGOR.com,JAKARTA-Presiden ke-5 Republik Indonesia sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, menyampaikan ucapan duka cita untuk wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Ucapan tersebut disampaikan melalui Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Jakarta pada Jumat (3/7).
Megawati menyampaikannya dalam bentuk video berbahasa Indonesia dengan subtitle bahasa Persia. Video tersebut diputar dan disiarkan secara luas oleh Channel One Televisi Iran sebagai bentuk penghormatan terhadap almarhum.
Megawati dalam pernyataannya mengawali dengan kalimat pembuka Islam, “Bismillahirrahmanirrahim, Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.”Megawati menyampaikan pesan tersebut tidak hanya sebagai mantan presiden, tetapi juga sebagai putri dari Proklamator Kemerdekaan RI, Ir. Soekarno, serta sebagai seorang sahabat bagi rakyat Iran.
“Wafatnya Yang Mulia Ayatollah Ali Khamenei bukan hanya kehilangan besar bagi bangsa Iran, tetapi juga telah mengguncang hati banyak orang yang mencintai keadilan, kedaulatan bangsa dan kemanusiaan di seluruh penjuru dunia,” ujar Megawati dalam video tersebut.
Dalam kesempatan itu, Megawati menyoroti kedekatan spiritual dan intelektual antara almarhum dengan ayahandanya, Bung Karno. Dia menilai sosok Khamenei bukan sekadar pemimpin politik atau tokoh agama, melainkan sosok patriotik yang memiliki gema perjuangan serupa dengan pendiri bangsa Indonesia.”Bagi saya pribadi, sosok Ayatollah Ali Khamenei bukanlah sekadar pemimpin politik atau tokoh agama dari bangsa Iran yang dikenal sangat patriotik dan tidak pernah mengenal kata menyerah. Dalam diri beliau, saya melihat gema perjuangan yang pernah dirintis oleh ayahanda saya, Bung Karno,” kenang Megawati.
Ia mengungkapkan bahwa almarhum sejak muda telah mengenal dan mengagumi pidato serta pemikiran Bung Karno. Megawati menilai hal itu tidak mengherankan karena Khamenei ikut merumuskan jalan bangsa Iran sebagai sintesis antara agama, kebangsaan, dan keadilan sosial yang juga mencita-citakan tata dunia bebas imperialisme.
Megawati juga mengenang momen pertemuan tatap muka dengan Ayatollah Khamenei saat ia menjabat sebagai Presiden RI dan melakukan kunjungan resmi ke Teheran pada tahun 2004. Ia menggambarkan almarhum sebagai sosok ulama yang lembut namun teguh memegang prinsip serta negarawan yang peka terhadap derita bangsanya.
“Saya masih mengingat dengan jelas kunjungan resmi saya ke Teheran pada tahun 2004, ketika saya menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia. Dalam pertemuan itulah saya berkesempatan bertatap muka langsung dengan beliau. Saat itu, saya merasakan pancaran kharisma yang sangat kuat dan keteduhan hati yang sangat dalam,” tutur Megawati.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa Ayatollah Khamenei sempat menilai Pancasila dan semangat Konferensi Asia Afrika di Bandung sebagai referensi penting dalam merumuskan visi Iran yang merdeka dan bermartabat.
Megawati menyebut hal itu sebagai jembatan batin yang mendalam antara kedua bangsa yang lahir dari pengalaman bersama melawan penjajahan.”Oleh karenanya, ketika hari ini kita melepas kepergian beliau, saya tidak hanya merasakan kehilangan seorang pemimpin Iran, akan tetapi juga seorang penjaga api perjuangan dunia ketiga,” tegasnya.
Dalam pesan dukanya, Megawati juga menegaskan keberpihakan pada penyelesaian konflik melalui jalan damai dan dialog yang adil. Ia menyampaikan doa tulus kepada keluarga besar almarhum, para pemimpin dan ulama, serta seluruh rakyat Iran agar diberikan kekuatan dan persatuan di tengah masa sulit.
“Selamat jalan Yang Mulia Ayatollah Ali Khamenei. Kami melepas kepergian-Mu dengan doa, rasa hormat dan persaudaraan yang tak akan lekang oleh waktu,” pungkas Megawati mengakhiri video ucapan duka tersebut dengan kalimat penutup “Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.”