Indonesia dan Australia Luncurkan Kemitraan Senilai AUD 600 Juta untuk Mendorong Investasi Iklim dan Infrastruktur

Harus Baca

KORANBOGOR.com,JAKARTA-Indonesia dan Australia meluncurkan KINETIK, sebuah kemitraan unggulan senilai AUD 600 juta untuk mendukung investasi infrastruktur dan iklim yang berkelanjutan di seluruh Indonesia selama sepuluh tahun ke depan. Direktur Jenderal Stabilitas dan Pembangunan Sektor Keuangan di Kementerian Keuangan Republik Indonesia, Herman Saheruddin dan Deputi Menteri bidang Pembiayaan dan Investasi Pembangunan di Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional, Putut Hari Satyaka, bersama Wakil Duta Besar Australia untuk Indonesia, Gita Kamath, secara resmi meluncurkan kemitraan tersebut di Kementerian Keuangan.

“KINETIK mencerminkan kuatnya kemitraan Indonesia-Australia dan komitmen bersama kita untuk mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan dan inklusif,” kata Wakil Duta Besar Kamath. “Dengan menggabungkan keahlian dan investasi Indonesia dan Australia, KINETIK akan membantu menarik investasi untuk proyek energi bersih dan infrastruktur berkelanjutan yang mendukung pertumbuhan ekonomi, memperkuat masyarakat, serta menciptakan peluang baru dalam ekonomi hijau.”

Kemitraan ini akan mendukung proyek-proyek di bidang energi terbarukan, air dan sanitasi, pengelolaan sampah, serta transportasi berkelanjutan, sekaligus mendorong inovasi digital dan pembangunan yang inklusif.

“Saya berharap kemitraan ini akan terus memperkuat upaya bersama kita dalam memajukan kebijakan pembiayaan berkelanjutan, mengembangkan infrastruktur hijau, dan memperluas akses pendanaan untuk mitigasi dan adaptasi perubahan iklim,” kata Direktur Jenderal Herman.

Tiga investasi yang diumumkan pada peluncuran ini menunjukkan bagaimana KINETIK mendukung pertumbuhan berkelanjutan:

  • USD 35 juta dari KINETIK Affirma Capital Climate Transition Fund melalui Private Infrastructure Development Group untuk Bright Nusantara Energy, yang mengoperasikan proyek tenaga mikro hidro dan surya berkapasitas 30 megawatt di Sumatera Barat, Gorontalo, dan Lombok Timur.
  • USD 13 juta melalui Australian Development Investments (ADI) ke Circulate Capital Asia Fund II, yang mendukung perusahaan-perusahaan yang mengembangkan solusi daur ulang dan pengelolaan sampah.
  • USD 16,65 juta dalam bentuk investasi filantropi dan publik Australia melalui ADI untuk Asia Climate-Smart Landscape Fund, yang membiayai perusahaan Indonesia yang bergerak di bidang pertanian berkelanjutan, agroforestri, dan akuakultur.

Pertanyaan Media: Public-Affairs-JAKT@dfat.gov.au

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Hari Ini, Saudara Kita di NTT Membutuhkan Kita

KORANBOGOR.com-Bapak/Ibu dalam hitungan detik, kehidupan ribuan saudara kita di Nusa Tenggara Timur berubah. Gempa magnitudo 7,7 pada Sabtu (15/8)...

Berita Terkait