KORANBOGOR.com-Ada satu waktu ketika malam sebenarnya sudah hampir selesai, tapi pagi belum juga tiba. Sekitar pukul tiga dini hari, ketika suasana mulai sunyi dan sebagian besar orang sudah tertidur, pikiran justru terasa semakin ramai.
Pertanyaan-pertanyaan tentang hidup muncul tanpa aba-aba; tentang seseorang, kehilangan, masa depan, atau tentang hal-hal yang bahkan tidak sempat dipikirkan sepanjang hari.
Ruang itulah yang coba diabadikan Zhafari melalui album perdananya, Sisa Malam, yang akan dirilis pada 30 September 2026. Album yang berisi delapan lagu yang dikumpulkan melalui proses kreatif selama kurang lebih dua tahun ini menjadi kumpulan potongan pikiran,pengalaman personal,dan cerita orang-orang di sekitar Zhafari yang hadir dalam berbagaibentuk.
“Biasanya suka muncul pertanyaan-pertanyaan tentang kehidupan di sisa malam,” ujar Zhafari,ketika pikiran bisa tiba-tiba memikirkan banyak hal secara bersamaan.
Hal tersebut pula yang menjadi alasan Zhafari tidak menempatkan delapan lagu dalam Sisa Malam sebagai sebuah cerita yang linier. Ada lagu tentang cinta, kehilangan, kesedihan, hingga masa depan. Seperti pikiran yang datang secara acak ketika seseorang terjaga di tengah malam, setiap lagu membawa cerita dan emosi yang berbeda.
“Overthinking datangnya suka random. Kadang tentang cinta, kadang tentang kehidupan,” kata Zhafari. Karena itu, Zhafari mengibaratkan delapan lagu dalam Sisa Malam sebagai kepingan teka-teki.Setiap lagu berdiri dengan ceritanya masing-masing,tetapi ketika disatukan,kepingan-kepingan tersebut membentuk gambaran yang lebih utuh tentang berbagai hal yang mengisi perjalanan Zhafari selama rentang dua tahun pengerjaanalbum ini.
Delapan cerita tersebut terangkum dalam “Bunga”, “September”, “Di Sisa Hidupku”, “Hingga Kau Kembali”, “Tanpa Diriku”, “Batas Waktu”, “Seperti Mati”, dan “Melodi”.
Dari keseluruhan cerita tersebut, “Hingga Kau Kembali” dipilih sebagai focused track yang paling merepresentasikan Sisa Malam secara utuh. Lagu ini membawa tema kehilangan,tetapi tidak sepenuhnya berhenti pada rasa kehilangan.
Di dalamnya terdapat sisi optimistis tentang seseorang yang tetap memilih untuk bersiap menyambut kepulangan orang yang ditunggunya, meskipun tidak ada kepastian kapan, atau bahkan apakah kepulangan tersebut akan terjadi.
Konsep tersebut turut diterjemahkan melalui official lyric video “Hingga Kau Kembali” yangmenggambarkan situasi seseorang yang terus mempersiapkan diri untuk menyambut seseorang kapan pun ia pulang.
“Konsep video liriknya tuh menyiapkan diri kita untuk menyambut seseorang kapan pun diaakan pulang, walaupun kita nggak tahu dia akan pulang atau enggak,” jelas Zhafari.
Gagasan tentang menunggu di tengah ketidakpastian tersebut menjadi benang merah dari Sisa Malam. Sebab di tengah berbagai pertanyaan yang muncul pada penghujung malam, tidaksemuanya harus menemukan jawaban. Ada kalanya seseorang hanya perlu bertahan bersama pertanyaannya, menunggu, atau membiarkan waktu menjawabnya sendiri.
Meski berangkat dari pengalaman personal Zhafari maupun cerita orang-orang di sekitarnya, Sisa Malam juga tidak hadir untuk memberikan satu tafsir yang mutlak. Zhafari sengaja membuka ruang interpretasi agar pendengar dapat menemukan cerita mereka sendiri di dalam setiap lagu.
“Aku menerapkan open interpretation di lagu-lagu ini supaya pendengar juga bisa ikut memiliki lagu ini, nggak hanya aku yang memiliki,” ungkap Zhafari.
Dengan demikian, Sisa Malam tidak hanya menjadi catatan personal tentang apa yang Zhafari pikirkan dan rasakan selama dua tahun terakhir. Album ini juga menjadi ruang yang dapat diisi oleh siapa saja, seperti sebuah percakapan sunyi pukul tiga pagi, ketika setiap orang mungkin sedang berhadapan dengan isi kepalanya masing-masing.
Tracklist Album Sisa Malam
Melodi
Bunga
September
Di Sisa Hidupku
Hingga Kau Kembali
Tanpa Diriku
Batas Waktu
Seperti Mati