Rangkaian Kegiatan Perdana Menutup Latihan Keris Woomera 26 di Indonesia

Harus Baca

KORANBOGOR.com,AUSTRALIA-Australia dan Indonesia telah sukses menyelenggarakan Latihan Keris Woomera 26,kegiatan latihan luar negeri terbesar Australian Defence Force (ADF) pada 2026.

Latihan ini menandai sejumlah pencapaian perdana bagi ADF,termasuk pengerahan dan penembakan High Mobility Artillery Rocket System (HIMARS) di luar negeri untuk pertama kalinya; pengerahan pesawat Skuadron RAAF No. 4 ke Asia Tenggara untuk pertama kalinya sejak Perang Dunia II; serta pertama kalinya Australia melaksanakan pelatihan integrasi siber bersama Indonesia.

Latihan Keris Woomera 26 melibatkan sekitar 1.000 personel ADF dan lebih dari 1.200 personel Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam latihan kompleks yang mencakup domain maritim,darat,udara,dan siber. Latihan tahun ini juga menyertakan pengamat dari Angkatan Pertahanan Jepang.

Selama sembilan hari latihan gabungan di Jawa Timur, Laut Bali, dan wilayah perairan sekitarnya, kegiatan ini memperkuat interoperabilitas kedua negara serta meningkatkan kemampuan mereka untuk bersama-sama menghadapi tantangan keamanan kawasan yang menjadi kepentingan bersama.

Commander Joint Operations ADF,Vice Admiral Justin Jones AO,CSC,RAN, mengatakan bahwa keberhasilan penyelenggaraan latihan tersebut menunjukkan kuatnya hubungan pertahanan yang telah lama terjalin antara Australia dan Indonesia.

“Latihan Keris Woomera 26 telah memberikan kesempatan yang sangat berharga bagi Australia dan Indonesia untuk berlatih bersama dalam lingkungan yang realistis dan menantang,” ujar Vice Admiral Jones.

“Dengan beroperasi berdampingan, pelaksanaan latihan tahun ini menunjukkan bagaimana Australia dan Indonesia dapat berintegrasi untuk menghadapi tantangan keamanan bersama serta meningkatkan cara kita merespons kawasan strategis yang berkembang dengan sangat cepat.”

“Indonesia merupakan mitra yang penting dan langgeng bagi Australia. Latihan seperti Keris Woomera semakin memperkuat kemitraan yang mendalam dan telah terjalin lama antara kedua negara,yang didasarkan pada kepercayaan,saling menghormati ,dan kerja sama yang erat.”

Pertama kali diselenggarakan pada 2024 dan dilaksanakan setiap dua tahun sekali, Latihan Keris Woomera 26 mencakup operasi pendaratan amfibi,kegiatan tembak langsung (live-fire),integrasi maritim antara angkatan laut Australia dan Indonesia, serta latihan gabungan udara-darat.

Kegiatan utama dan aset yang Dikerahkan dalam Exercise Keris Woomera 26 adalah:

  • Operasi amfibi dan proyeksi kekuatan Pengerahan Pasukan Amfibi Australia di atas HMAS Choules, yang bekerja sama dengan kapal pendarat dan tim operasi taktis maritim untuk memproyeksikan serta mempertahankan daya tempur dari laut ke darat bersama unsur infanteri Korps Marinir TNI.
  • Integrasi Gugus Tugas Maritim Manuver taktis dan latihan gabungan yang melibatkan HMAS Perth, HMAS Stalwart, helikopter MH-60R Seahawk yang ditempatkan di kapal, serta korvet kelas Diponegoro milik TNI AL dan helikopter AS565 Panther.
  • Integrasi operasi darat dan udara Latihan tembak langsung dan integrasi artileri gabungan yang melibatkan meriam M777 Howitzer 155 mm dan sistem High Mobility Artillery Rocket System (HIMARS) milik Angkatan Darat Australia, bersama meriam Howitzer 105 mm dan Multiple Launch Rocket System (MLRS) milik TNI.
  • Operasi dukungan udara Misi dukungan udara dekat, pengendalian udara depan (forward air control), dan angkutan udara yang dilaksanakan oleh pesawat PC-21 dan C-130J Hercules Australia, beroperasi bersama pesawat EMB-314 Super Tucano, helikopter Bell 412, serta personel Joint Terminal Attack Controller (JTAC) TNI.
  • Integrasi kapabilitas gabungan Pelatihan khusus yang melibatkan tim operasi pertahanan siber, unsur pengendali lapangan latihan, dan tim medis Role 2 Forward.

Latihan Keris Woomera 26 menunjukkan kemampuan Australian Defence Force (ADF) dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk mengintegrasikan berbagai elemen kekuatan gabungan serta melaksanakan latihan militer tingkat lanjut secara bersama.

Latihan ini juga menegaskan komitmen bersama kedua negara untuk mendukung kawasan Indo-Pasifik yang damai, stabil, dan makmur.

“Latihan seperti Keris Woomera memberikan manfaat keamanan yang nyata bagi Australia maupun Indonesia,” ujar Vice Admiral Justin Jones.

“Pengalaman yang diperoleh memperkuat kemampuan kita untuk mengerahkan dan mempertahankan pasukan saat diperlukan, meningkatkan kesiapan operasional, serta berkontribusi terhadap keamanan kolektif kawasan kita.”

Foto: https://images.defence.gov.au/S20262862

Informasi lebih lanjut mengenai Latihan Keris Woomera 26 dapat dilihat di:

Pertanyaan Media: Public-Affairs-JAKT@dfat.gov.au

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Sinergi TNI dan PB ESI , Grand Final Esports Championship 2026 Piala Panglima TNI Resmi Dibuka

KORANBOGOR.com,JAKARTA-Ketua Umum Pengurus Besar Esports Indonesia (PB ESI)Jenderal TNI (Purn) Muhammad Herindra secara resmi membuka Grand Final Piala Panglima...

Berita Terkait