Dua Pelaku Pencopotan Baliho Milik Arief Rachman Caleg PDI Perjuangan Dapil III Jabar Meminta Maaf

Harus Baca

Foto: Aksi pencopotan billboard atau papan reklame milik Arief Rachman, calon anggota legislatif (caleg) dari PDI Perjuangan dapil Jawa Barat 3 (Kabupaten Cianjur-Kota Bogor) berujung permohonan minta maaf dari sang pelaku, Sabtu, 16 Desember 2023. (Istimewa/Istimewa)

KORANBOGOR.com,CIANJUR-Aksi pencopotan billboard atau papan reklame milik Arief Rachman, calon anggota legislatif (caleg) dari PDI Perjuangan dapil Jawa Barat 3 (Kabupaten Cianjur-Kota Bogor) berujung permohonan minta maaf dari sang pelaku. Pelaku meminta maaf karena khilaf telah melakukan aksinya yang bisa merugikan seseorang ketika berkontestasi dalam pesta demokrasi kali ini.

Menariknya, kejadian menurunkan baliho di papan billboard berukuran 10 X 5 meter oleh dua orang tak dikenal itu dilakukan di sore hari. Tak seperti biasanya para pelaku menurunkan baliho ketika situasi sedang sepi atau di jam-jam dini hari.

Justru mereka nekat mencopot baliho yang bergambar caleg PDI Perjuangan itu di tengah keramaian kota.

Aksi pencopotan paksa baliho dari papan reklame itu berhasil tertangkap kamera CCTV yang terpasang di sekitar Jalan Pramuka Bundaran Tugu Pramuka, Desa Sukamulya, Kecamatan Karang Tengah, Kabupaten Cianjur.

Dalam rekaman video tersebut, terlihat jelas dua orang pelaku pada Senin, 13 November 2023 lalu menaiki tiang billboard  menggunakan tangga di tengah keramaian. Mereka nekat mencopot baliho raksasa yang bertuliskan ucapan “Selamat Memperingati Hari Pahlawan 10 November” milik caleg DPR dari PDI Perjuangan dapil Jabar 3 nomer urut 2, Arief Rachman.

Dua orang pelaku atas nama M Rahmat dan Ruli Wendra datang bersama Ketua PC GM FKPPI Kabupaten Cianjur Faisal Ginting ke Rumah Aspirasi Kang Arief Rachman yang terletak di Jalan KH Abdullah Bin Nuh, Nagrak, Cianjur untuk meminta maaf secara langsung kepada caleg DPR dari PDI Perjuangan, Arief Rachman, pada Sabtu, (16/12/2023).

“Kang Arief saya atas nama pribadi dan Ketua PC GM FKPPI Kabupaten Cianjur meminta maaf atas kejadian pencopotan baliho ini. Kami menyadari bahwa yang kami lakukan ini adalah perbuatan yang tidak benar dan tidak patut dicontoh. Oleh karena itu kami dengan penuh kesadaran dan tanpa paksaan dari pihak mana pun sekali lagi meminta Kang Arief agar dapat memaafkan kesalahpahaman ini,” kata Faisal Ginting.

Faisal mengaku bahwa pencopotan baliho tersebut murni kekhilafan anggotanya dan tanpa ada muatan politis apa pun.

Menanggapi kedatangan dan permintaan permohonan maaf para pelaku, Arief Rachman mengaku telah memaafkan para pelaku yang terlibat dalam pencopotan baliho miliknya tersebut.

Lebih jauh dia menjelaskan, aksi pencopotan baliho secara sepihak milik caleg maupun paslon capres-cawapres tertentu yang dipasang secara resmi, terlebih lagi di masa kampanye tidak dapat dibenarkan.

Arief mengaku sangat menyesalkan terjadinya pencopotan baliho atau alat peraga kampanye secara sepihak oleh sejumlah orang tak dikenal yang marak terjadi akhir-akhir ini.

Dia mengatakan, aksi pengrusakan dan pencopotan baliho atau alat peraga kampanye (APK) juga terjadi pada pasangan calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 3 Ganjar Pranowo – Mahfud MD. Hal itu terjadi di beberapa daerah secara terpisah.

“Kita tahu beberapa waktu lalu aksi pencopotan baliho atau APK pasangan Ganjar-Mahfud juga terjadi di Bali, Sumut, dan beberapa hari yang lalu juga terjadi secara masif di Banten. Nah, aksi pencopotan baliho Ganjar-Mahfud MD yang diduga dilakukan secara masif seperti ini juga seharusnya tidak boleh terjadi,” kata caleg muda PDI Perjuangan, Arief Rachman.

“Kasus pencopotan Baliho saya ini harus menjadi pembelajaran bagi seluruh masyarakat Indonesia, termasuk para kontestan yang bersaing dalam Pemilu 2024 nanti,” sambungnya.

Dia mengajak untuk menjaga kondusifitas politik jelang Pemilu 2024. “Berkampanye lah dengan cara-cara yang sehat. Mari kita berpolitik dengan riang gembira dan tetap jaga etika,” ujarnya.

Sementara itu, tim relawan BARA Kang Arief Rachman, Muhammad Ali Siregar mengatakan, pihaknya dalam waktu dekat ini akan mencabut laporan tim relawan Kang Arief yang sebelumnya sudah dilayangkan ke Polres Cianjur pada 14 November 2023 lalu.

“Pertama, kami tentunya mengapresiasi aparat kepolisian yang telah bertindak cepat dalam mengungkap kasus ini. Kedua, karena Kang Arief sudah memaafkan para pelaku dengan pertimbangan kemanusiaan, maka insyaallah nanti kami akan bersama-sama ke Polres Cianjur untuk mencabut laporan terkait kasus ini,” kata Muhammad Ali yang telah melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dugaan Korupsi PT Telkom, Menteri Sakti Wahyu Trenggono Tak Penuhi Panggilan KPK

Menteri Kelautan dan Perikanan (KP) Sakti Wahyu Trenggono. KORANBOGOR.com,JAKARTA-Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono berhalangan untuk memenuhi panggilan KPK,...

Berita Terkait