KORANBOGOR.com-Gelombang pengunduran diri juru taktik pascakegagalan di Piala Dunia 2026 terus berlanjut. Hanya berselang beberapa saat setelah skuadnya didepak Spanyol pada babak 16 besar, Roberto Martinez resmi mengumumkan mundur dari jabatannya sebagai pelatih kepala tim nasional Portugal, Selasa (7/7) dini hari WIB.
Keputusan mengejutkan tersebut diambil menyusul kekalahan tragis 0-1 dari Spanyol di Stadion Dallas, Amerika Serikat. Gol tunggal Mikel Merino pada menit ke-90+1 tidak hanya menghentikan langkah Selecao das Quinas, tetapi juga menjadi titik akhir bagi masa bakti Martinez.
“Ini adalah akhir dari sebuah siklus. Penting bagi tim untuk memiliki suara baru dan pemimpin baru,” tegas Martinez dalam konferensi pers pascapertandingan seperti dikutip dari TNT Sports, Selasa (7/7).”Saya akan membawa semua kenangan ini bersama saya. Saya berharap Portugal juga memiliki kenangan indah selama tiga setengah tahun saya menjadi pelatih. Ini adalah pengalaman terbaik dalam hidup saya,” imbuh pelatih asal Spanyol tersebut.
Mantan manajer Everton itu menegaskan bahwa langkah mundur ini murni karena tanggung jawab profesional, bukan skenario yang dirancang sebelum turnamen. Pria berusia 52 tahun itu mengaku hanya datang ke Amerika Utara dengan satu ambisi tunggal, yakni membawa trofi emas Piala Dunia ke Lisbon.
“Keputusan ini belum ditentukan sebelumnya. Saya datang dengan tujuan memenangkan Piala Dunia, dan karena saya tidak berhasil melakukannya, tidak masuk akal bagi saya untuk terus lanjut,” ujarnya blak-blakan mengenai alasannya meletakkan jabatan.Martinez ditunjuk menakhodai Portugal pada Januari 2023 setelah menyudahi eranya bersama timnas Belgia. Selama tiga setengah tahun menukang, Martinez sejatinya menorehkan tinta emas yang cukup impresif.
Ia sukses membawa Portugal menembus perempat final Piala Eropa (Euro) 2024, mengantarkan tim memenangi gelar juara UEFA Nations League 2025 usai membalas Spanyol lewat adu penalti, hingga membawa tim melaju ke fase gugur Piala Dunia 2026.
Pada putaran final kali ini, Portugal lolos ke babak sistem gugur dengan status runner-up Grup G setelah bermain imbang kontra Republik Demokratik Kongo dan Kolombia, serta menang telak 5-0 atas Uzbekistan. Di babak 32 besar, mereka sempat tampil heroik mendepak Kroasia lewat gol menit-menit akhir, sebelum akhirnya dijegal oleh La Roja.
Tersingkirnya Portugal di Dallas sekaligus menjadi penanda runtuhnya era keemasan Cristiano Ronaldo di panggung dunia. Penyerang legendaris berusia 41 tahun tersebut sebelumnya telah mengonfirmasi bahwa turnamen edisi ini menjadi Piala Dunia terakhir dalam karier profesional internasionalnya.
Pascamundurnya Martinez dan pensiunnya Ronaldo dari Piala Dunia, Federasi Sepak Bola Portugal (FPF) kini harus segera berbenah menemukan nakhoda baru. Portugal dituntut melakukan regenerasi total mengingat mereka memikul tanggung jawab besar sebagai salah satu dari tiga negara tuan rumah pada penyelenggaraan Piala Dunia 2030 mendatang, bersama Spanyol dan Maroko.



