KORANBOGOR.com,CIGOMBONG-Pondok Pesantren Modern Daarul Uluum Lido (Dulido) sukses menggelar perhelatan akbar dalam rangka memperingati Milad ke-30 (3 Dasawarsa) sekaligus Haul KH. Drs. Ahmad Dimyati dan Nyai Hj. Sa’diyah, BA.
Acara yang mengusung tema besar “Berkhidmat Untuk Umat, Berkarya Untuk Bangsa, dan Berjuang Untuk Agama” ini berlangsung selama dua hari berturut-turut, mulai Sabtu (18/7/2026) hingga Minggu (19/7/2026), bertempat di lingkungan utama pesantren yang berlokasi di wilayah Cigombong, Kabupaten Bogor.
Rangkaian acara besar ini menjadi momentum refleksi perjalanan panjang pesantren sejak berdiri pada tahun 1996. Tidak hanya dihadiri oleh ribuan santri, dewan guru, dan ribuan alumni lintas generasi, acara puncak pada hari Minggu juga turut dihadiri oleh jajaran tokoh penting dan pejabat daerah. Di antaranya adalah Wakil Bupati Kabupaten Bogor H. Ade Ruhandi, S.E.,Pimpinan & Pengasuh Pesantren Modern Daarul Uluum Lido Kiyai Muhammad Yazid Dimyati, S.Th.I.,Lc.,Ketua Yayasan Salsabila Lido Kiyai Muhammad Affan Afifi, S.H.I.,Pengasuh Pondok Pesantren Daar el-Qolam & La Tansa KH.Adrian Mafatihallah Kariem M.A ., pimpinan Pondok Pesantren Daar El-Qolam K.H.Nahrul Ilmi Arief,S.Ag., Pimpinan Pondok Pesantren La Tansa 2 KH.Achmad Faisal Hadziq, S.Sos.I.,M.M., Pengasuh Pesantren Daarul Uluum Kampus 1 KH. Nasruddin Latif,Pimpinan Pesantren Kulni KH.Ahmad Sadeli Arif, M.Pd.,serta Camat Cigombong R.E. Irwan Somantri, S.STP, M.M., Kapolsek Cijeruk Kompol Uba Subroto,S.H.,M.H.,Danramil Cigombong Mayor Infanteri M.Ridwan,Ketua MUI Cigombong KH.Zaenal Muhtadin, Kepala KUA H.Dudu Rohman,S.Ag,M.Si,dan Kepala Desa Ciburuy Bapak Suherman, S.E.
Syiar Melalui Parade Konsulat dan Jiwa Mukmin yang Kuat Kemeriahan acara sudah mulai terasa sejak Sabtu (18/7/2026) pagi. Ribuan santri bersama seluruh dewan guru memadati jalanan dalam acara Parade Konsulat sebagai bagian darirangkaian besar 3 Dasawarsa Pesantren. Parade budaya dan syiar Islam yang dimulai sejak pukul 07.00 WIB ini menampilkan berbagai kreativitas santri dari berbagai daerah asal mereka.
Sebelum parade dilepas, Khadimul Ma’had Pesantren Modern Daarul Uluum Lido, Kiyai Muhammad Yazid Dimyati, S.Th.I., Lc., memberikan amanat rohani yang membakar semangat. Dalam arahannya, beliau menekankan bahwa parade ini bukan sekadar ajang tontonan, melainkan wadah syiar Islam yang nyata.
Beliau mengingatkan sebuah hadis bahwa mukmin yang kuat fisik, mental, dan fikrahnya jauh lebih afdahl dan lebih dicintai oleh Allah SWT dibanding mukmin yang lemah. Oleh karena itu, momentum 3 dasawarsa ini harus menjadi bukti kekuatan dan konsistensi gerak pesantren.
Puncak Acara: Jalan Kesyukuran atas Atsar Nikmat Pesantren Pada hari Minggu (19/7/2026), lapangan utama Pesantren Modern Daarul Uluum Lido menjadi saksi khidmatnya acara inti. Acara diawali dengan lantunan dzikir tahlil dan pembacaan kitab Nailul Khairat, dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Ust. Abdul Majid, S.Pd.I., serta menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, Hymne Oh Pondokku, dan Mars Daarul ‘Uluum Lido secara kolosal.

Saat menyampaikan sambutannya, Kiyai Muhammad Yazid Dimyati memaparkan esensi dari perhelatan milad yang meriah ini. Merujuk pada hadis riwayat Imam at-Tirmidzi mengenai kecintaan Allah melihat hamba-Nya menampakkan bekas (atsar) nikmat, beliau menegaskan bahwa kemeriahan ini adalah bentuk kesyukuran kolektif.
“Haul dan Milad yang meriah ini adalah jalan kesyukuran atas apa yang telah Allah berikan kepada pondok ini selama 30 tahun. Bukan untuk riya, bukan untuk takabur atau berlebih-lebihan (israf), melainkan upaya memantaskan diri atas nikmat Allah. Namun yangterpenting, kita harus melihat siapa Mu’tsir (Sang Pemberi Nikmat) di balik kemajuan ini,”ujar Kiai Yazid.
Beliau mengajak hadirin mengenang sejarah. Baru lima tahun berdiri sejak 1996, pesantren kehilangan pendiri,KH. Ahmad Dimyati. Pada 2009, sang ibunda, Nyai Hj. Siti Sa’diyah,wafat akibat kanker getah bening. Perjalanan transisi mengantarkan Kiai Yazid memimpinpesantren di usia muda, 29 tahun pada 2011 silam, berbekal nasihat berharga dari para kiai senior pendahulu.

Beliau juga menitipkan pesan filosofis tentang “Bohlam” kepada para alumni agar terus berkiprah di masyarakat dengan konsisten (istiqomah). “Berkiprahlah di masyarakat walau sedikit namun istiqomah, karena amalan yang paling dicintai Allah adalah yang konsisten meskipun sedikit,” tambah beliau.
Apresiasi Wakil Bupati Bogor untuk Keberlanjutan Pembangunan Daerah Wakil Bupati Kabupaten Bogor, H. Ade Ruhandi, S.E., dalam sambutannya memberikan apresiasi tinggi terhadap eksistensi dan kerukunan keluarga besar pondok pesantren. Beliau
menekankan pentingnya menjaga nama baik dan kekompakan lembaga dalam menghadapi berbagai ujian.
“Setelah punya pembangunan, mempersiapkan sumber daya manusia itu tidak ada habisnya. Mempunyai putra-putri yang saleh-salehah tidak ada habisnya. Ini sebuah ujian kebersamaan yang tinggi. Ujian kepada santri, ujian kepada santriwati, ujian kepada yang berkumpul. Kita harus bisa menjaga nama baik keluarga, nama baik pesantren, dan nama baik kejayaan.
Begitu santrinya akur, santriwati akur, para guru dan ustadzah akur semua, itu sebuah kebahagiaan yang dilihat oleh almarhum sebagai pendiri,” ungkap H. Ade Ruhandi.

Lebih lanjut, Wakil Bupati mengajak semua elemen untuk mempersiapkan tunas bangsa demi keberlanjutan masa depan Bogor dan Indonesia. “Mari kita siapkan generasi muda untuk menjadi generasi yang terbaik, untuk meneruskan pembangunan daerah berkelanjutan dan membawa keberkahan bagi masyarakat.
Saya ingin berterima kasih dan apresiasi kepada para guru, para kiai, para ulama, lembaga-lembaga, dan pelajar-pelajar yang telah memberikan kontribusi dalam pembangunan daerah,” pungkasnya.
Teladan Ketaatan dan Sinergi Pendidikan
Pengasuh Pondok Pesantren Daar el-Qolam & La Tansa, KH. Adrian Mafatihallah Kariem,M.A., turut memberikan pandangan selayang pandang mengenai keteladanan kepemimpinan yang berakar pada ketataan seorang murid kepada gurunya.
“Kesulitan, kesabaran, dan kesungguhan menjadi mulia dari mursyi. Yang dipercayai adalah buah dari seorang murid yang selalu manut terhadap gurunya. Kepercayaan dan amanah itu lebih cepat manutnya. Apa yang saya ingat, apa yang saya kenal, apa yang saya teladani adalah kecerdasan beliau yang harmonis dengan ketaatannya dan kerendahan hatinya,” tutur
KH. Adrian Mafatihallah Kariem.

Sementara itu, perwakilan alumni, Dr. M. Hudri, MA, Ph.D., menggarisbawahi pentingnya meluruskan niat dalam berkhidmah serta kuatnya sinergi antara dunia pendidikan pesantren dengan para pemangku kebijakan daerah.

“Ini bagi saya sebuah sinyal yang luar biasa. Sinerginya antara pendidikan dengan bapak-bapak yang memegang amanah untuk penggunaan masyarakat Indonesia umumnya, khususnya kepada pembesaran Daarul Uluum ini. Kepada sekalian santri, niat kamu belajar di sini apa? Kalau niat kamu selain ibadah, tolong perbaiki dari sekarang. Aku belajar dari mulut, niatnya adalah ibadah kepada Allah SWT. InsyaAllah selamat dunia akhirat, jangan karena popularitas. Keikhlasan beliaulah yang harus kita pelajari. Tidak ada kata tidak siap dalam ibadah kepada Allah SWT,” tegas Dr. M. Hudri.

Acara kemudian ditutup dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Ust. H. Ujang Musa,M.Pd., disusul dengan penyerahan seserahan konsulat secara simbolis, serta penampilan memukau dari Marching Band dan tarian nusantara yang dibawakan oleh para santri Pesantren Modern Daarul Uluum Lido. Rangkaian acara 3 dasawarsa ini menjadi bukti nyata komitmen pondok dalam mencetak generasi yang siap berkontribusi bagi peradaban bangsa.
Penulis : Umar Kustiadi salah satu pengajar dan tim media
PP Daarul Uluum Lido



