HMAS Choules Australia di Indonesia untuk Latihan Pacific Partnership 26

Harus Baca

KORANBOGOR.com,JAKARTA-Kapal Angkatan Laut Australia HMAS Choules sedang berada di Indonesia, dari 20 Juli hingga 1 Agustus, untuk Latihan Pacific Partnership 26, sebuah kegiatan yang dipimpin oleh Amerika Serikat untuk memperkuat kemampuan serta kerja sama internasional dalam bantuan kemanusiaan serta penanggulangan bencana di kawasan Indo-Pasifik.

Sebanyak 113 personel spesialis dari Australia, Kanada, Jerman, dan Amerika Serikat telah turun dari HMAS Choules di pelabuhan Sibolga, Sumatra, untuk bekerja bersama pemerintah Indonesia dalam memberikan layanan kemanusiaan yang penting kepada masyarakat setempat.

Chief of Joint Operations Australia, Vice Admiral Justin Jones AO, CSC, RAN, mengatakan, “Australia telah berpartisipasi dalam Pacific Partnership sejak 2008, dengan mengerahkan personel spesialis termasuk tenaga kesehatan dan medis, serta kapal-kapal Angkatan Laut Royal Australian Navy dalam mendukung angkutan laut.”

Australia menerima perwakilan dari Kementerian Luar Negeri, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Kementerian Dalam Negeri, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BASARNAS) di HMAS Coules untuk menjajaki peluang kerja sama sipil kedua negara dalam menanggulangi bencana.

“Australia dan Indonesia memiliki sejarah panjang dalam saling membantu pada saat dibutuhkan. Sibolga juga memiliki makna historis khusus karena kedekatan lokasi dan dukungannya terhadap Operasi Sumatra Assist II pada tahun 2025.”

Upacara mengenang sembilan anggota Australian Defence Force (ADF) yang gugur saat helikopter Sea King Angkatan Laut Kerajaan Australia, Shark 02, jatuh di Pulau Nias saat mengirimkan bantuan kemanusiaan dalam Operasi Sumatra Assist II juga diadakan di atas kapal HMAS Choules. Upacara tersebut memberikan penghormatan kepada para korban serta masyarakat Nias yang telah menyelamatkan para penyintas kecelakaan tersebut.

Pacific Partnership 26 mendukung tiga hasil penting bagi Australia, selaras dengan Strategi Pertahanan Nasional Australia 2026: memperkuat kemitraan regional; meningkatkan kesiapsiagaan dalam respons kemanusiaan dan penanggulangan bencana; serta membangun kemampuan dan kesiapan personel untuk mendukung stabilitas dan keamanan di seluruh kawasan Indo-Pasifik.

Commanding Officer untuk HMAS Choules, Commander Paul Hardman mengatakan bahwa kapal tersebut merupakan bagian penting dari kemampuan Angkatan Pertahanan Australia (ADF) dalam mengerahkan personel dan peralatan penting di seluruh kawasan Indo-Pasifik pada saat dibutuhkan. “Pengalaman dan hubungan yang kita bangun melalui Pacific Partnership 26 akan memastikan kami lebih siap menghadapi berbagai tantangan bersama di kawasan pada masa mendatang.”

Pertanyaan Media: Public-Affairs-JAKT@dfat.gov.au

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

KPK : Rencaa Pemanggilan Menhut Raja Juli Antoni Karena Kebutuhan Penyidikan Dan Kecukupan Alat Bukti

KORANBOGOR.com,JAKARTA-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan rencana pemanggilan dan pemeriksaan Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni dalam kasus dugaan korupsi...

Berita Terkait