Polri Kembali Kirim Tim SAR dan 2,5 Ton Logistik Ke NTT

Harus Baca

Foto: Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko)

KORANBOGOR.com,JAKARTA-Polri kembali mengirim tim Search and Rescue (SAR), anjing pelacak, peralatan penyelamatan, dan logistik untuk membantu penanganan dampak gempa bumi bermagnitudo (M) 7,7 di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Bantuan tersebut diberangkatkan dari Pangkalan Udara (Lanud) Pondok Cabe, Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan, menggunakan pesawat CN-295 Polri, Minggu (16/8/2026).

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan pengiriman personel dan bantuan merupakan tindak lanjut perintah Kapolri untuk memperkuat penanganan gempa NTT. “Ini adalah misi kemanusiaan sebagaimana arahan dan perintah Bapak Kapolri kepada Mabes Polri, khususnya untuk membantu Polda NTT,” ujar Trunoyudo.

Menurutnya, Polda NTT sejak awal telah melakukan mitigasi dan evakuasi korban dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan di daerah. Namun, Mabes Polri memberikan dukungan tambahan untuk mempercepat pencarian, penyelamatan, dan penanganan korban.

Dukungan tersebut berupa tambahan personel dan peralatan yang disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan.

Trunoyudo menjelaskan, Polri sebelumnya merencanakan pengiriman 200 personel ke NTT. Sebanyak 130 personel telah diberangkatkan pada Sabtu (15/8/2026) malam.

Personel tersebut memiliki kompetensi SAR dan berasal, antara lain dari satuan Brimob, tenaga kesehatan lapangan, serta personel logistik.

Pada Minggu, Polri kembali memberangkatkan 21 personel Direktorat Polisi Satwa. Mereka diperkuat 10 ekor K9 yang memiliki kemampuan untuk membantu pencarian korban.

“Kemudian hari ini kami berangkatkan kembali personel yang memiliki kompetensi SAR dari Direktorat Polisi Satwa sebanyak 21 personel, termasuk 10 ekor K-9 yang memiliki kompetensi untuk pencarian korban,” katanya. Tim tersebut akan dikoordinasikan dengan Polda NTT untuk melakukan pencarian dan mitigasi di sejumlah wilayah yang terdampak parah.

Tiga wilayah menjadi prioritas penanganan, yakni Kabupaten Sikka, Kabupaten Manggarai, dan Kabupaten Manggarai Timur. Polri memastikan operasi dapat diperluas apabila wilayah lain membutuhkan bantuan.

“Apabila beberapa daerah memerlukan, tentu kami juga akan melakukan langkah mitigasi dan pencarian korban. Kami memahami bahwa pencarian ini sangat dibutuhkan oleh saudara-saudara kita di NTT,” ujarnya.

Selain personel dan K9, Polri mengangkut peralatan SAR serta berbagai kebutuhan logistik untuk mendukung operasi penanganan gempa NTT.

Total barang yang dibawa dalam penerbangan tersebut mencapai sekitar 2,5 ton. Waktu tempuh penerbangan dari Pondok Cabe menuju wilayah NTT diperkirakan sekitar 3 jam.

Polri juga menyiapkan posko penanganan bencana untuk mempermudah koordinasi proses evakuasi dan penyelamatan masyarakat terdampak Pada sisi komunikasi publik, Polri mendirikan posko media center dan Satgas Humas yang dipimpin Kombes Bayu Suseno. Satgas tersebut akan membantu media memperoleh informasi mengenai perkembangan penanganan bencana di NTT.

Trunoyudo menegaskan pengiriman bantuan tidak berhenti pada tahap ini. Kapolri telah memerintahkan jajarannya memantau kebutuhan di lapangan dan mengirimkan bantuan secara bertahap.

“Ini tidak akan terhenti. Bapak Kapolri juga memerintahkan beberapa perlengkapan lain, sambil menunggu kurasi kebutuhan dan rekap dari saudara-saudara kita di NTT, seperti obat-obatan dan perlengkapan lapangan,” katanya.

Polri juga akan menyalurkan bantuan sosial untuk membantu meringankan beban masyarakat yang terdampak gempa NTT.

Trunoyudo mengatakan seluruh dukungan tersebut merupakan bentuk empati dan kepedulian Polri terhadap masyarakat yang tengah menghadapi situasi bencana.

Menurutnya, prioritas utama saat ini adalah menyelamatkan warga yang masih hidup, melakukan evakuasi, serta memastikan masyarakat terdampak mendapatkan bantuan sesuai kebutuhan.

“Yang paling utama adalah bagaimana Polri memberikan evakuasi dan penyelamatan bagi korban yang masih selamat, serta meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak bencana di NTT,” pungkasnya.

Polri bersama Polda NTT dan unsur terkait masih memantau kondisi di sejumlah wilayah terdampak. Pencarian dan pertolongan terhadap korban gempa NTT akan terus dilakukan berdasarkan perkembangan serta kebutuhan di lapangan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

BRIN Dukung Visi Ambulans Terbang Presiden Prabowo Dengan Pesawat N219 Amfibi

KORANBOGOR.com,JAKARTA-Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mematangkan ekosistem pesawat N219 dan varian amfibinya, N219A, untuk mendukung visi ambulans terbang...

Berita Terkait