KORANBOGOR.com-Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi dan Presiden China Xi Jinping bertemu di sela-sela KTT BRICS di New Delhi, Sabtu (13/9/2026). Pertemuan keduanya menjadi upaya terbaru kedua negara untuk memperbaiki hubungan yang sempat menegang setelah bentrokan mematikan terkait perbatasan pada 2020.
“China dan India adalah mitra, bukan saingan,” kata Xi Jinping.
Dalam pertemuan tersebut, Xi Jinping mengatakan negaranya memandang hubungan dengan India dari perspektif strategis dan jangka panjang. Ia menyerukan agar kedua negara saling memanfaatkan kekuatan masing-masing, saling mendukung, dan mengejar pembangunan bersama.
Mengutip The Korea Herald, Minggu (13/9/2026), Xi Jinping juga mendorong kerja sama berkualitas tinggi antara China dan India. Menurut dia, kedua negara sebagai anggota utama Global Selatan perlu mendorong terbentuknya dunia yang lebih multipolar serta berkontribusi terhadap perdamaian dan stabilitas global.
Menurut kantor berita resmi China, Xinhua, Xi Jinping menekankan perdagangan bilateral antarkedua negara juga disebut terus berkembang.
“Kedua negara menghadirkan peluang bagi pembangunan satu sama lain, bukan ancaman,” tambah orang nomor satu di China tersebut.
Sementara itu, Kementerian Luar Negeri India dalam pernyataan resminya yang dirilis pada Sabtu (12/9/2026) malam, mengatakan kedua pemimpin menegaskan kembali komitmen untuk mencari penyelesaian sengketa perbatasan yang adil dan dapat diterima kedua belah pihak.
Xi Jinping dan Modi sebelumnya telah mengadakan pembicaraan di Tiongkok pada 2025, ketika Modi berkunjung untuk menghadiri pertemuan Organisasi Kerja Sama Shanghai atau Shanghai Corporation Organization (SCO), kelompok politik, ekonomi, dan keamanan regional yang didirikan oleh Tiongkok.