
KORANBOGOR.com-Jangar, kuartet rock asal Denpasar, Bali, kembali dengan single terbaru berjudul “Air Keras” yang resmi dirilis pada Minggu (6/9). Lagu ini menjadi single pertama yang dilepas menuju Raja Pasir, album penuh kedua Jangar yang rencananya akan dirilis pada 6 Oktober mendatang.
Melalui “Air Keras”, band yang diisi oleh Pasek Darmawaysya (drum), Dewa Adi Sanjaya (gitar), Rai Biomantara (bass), dan Gusten Keniten (vokal) ini membicarakan tindakan represif yang dilakukan pemilik kuasa terhadap mereka yang berani bersuara.
“Tindakan-tindakan represif bukanlah hal baru. Dalam sejarah umat manusia, berbagai kejadian telah menunjukkan bagaimana kekuasaan memusnahkan peradaban. Kuasa adalah kontrol, kontrol berarti meniadakan kebebasan, penyaringan informasi, dan mempersempit ruang diskusi,” ungkap Pasek.
Menurutnya, kata-kata justru menjadi salah satu hal yang paling ditakuti oleh mereka yang memiliki kekuasaan.
“Itulah hal yang paling ditakuti oleh kekuasaan, bukan pedang atau senjata api, melainkan kata-kata. Kata-kata bisa menggerakkan massa, kata-kata bisa membalikkan fakta, bahkan bisa menjatuhkan satu negara,” lanjutnya.
Judul “Air Keras” digunakan Jangar sebagai gambaran terhadap tekanan yang diberikan kepada masyarakat yang berani menyuarakan kekecewaan terhadap pemilik kuasa dan aparatnya.
“‘Air Keras’ adalah ajakan untuk sadar, ajakan untuk mengangkat senjata dan melawan sistem yang cacat, tidak dengan kekerasan, tapi dengan senjata yang kita miliki sejak bisa menulis dan membaca, yaitu akal dan kata-kata,” ujar Pasek.
“Air Keras” sekaligus menjadi perkenalan awal menuju album terbaru mereka, Raja Pasir. Album tersebut menjadi album penuh kedua Jangar setelah Jelang Malam yang