Kemendiktisaintek Perluas Akses Informasi Beasiswa lewat SatuBeasiswa

Harus Baca

Per Selasa 15 September 2026 sebanyak 71 program beasiswa telah ditayangkan secara publik melalui platform SatuBeasiswa Indonesia. (Freepik.com/Magnific/@rawpixel.com)

KORANBOGOR.com,JAKARTA-Kementerian Pendidikan Tinggi,Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) mendorong optimalisasi platform terpadu SatuBeasiswa Indonesia untuk memudahkan masyarakat mendapatkan informasi mengenai program beasiswa pendidikan tinggi.

Platform tersebut menghimpun informasi beasiswa dari berbagai sektor dalam satu sistem sehingga dapat diakses calon mahasiswa, mahasiswa aktif, hingga masyarakat umum. Melalui langkah ini, diharapkan dapat memperluas akses informasi, terutama bagi masyarakat di daerah pelosok.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto mengatakan, kehadiran SatuBeasiswa Indonesia menjadi salah satu upaya pemerintah memastikan informasi mengenai beasiswa dapat menjangkau masyarakat secara lebih merata.

“Untuk menjawab persoalan ini, kami menghadirkan SatuBeasiswa Indonesia. Gagasannya sederhana. Informasi beasiswa dari seluruh mitra kita satukan dalam satu wadah, sehingga dapat menjangkau calon penerima di seluruh Indonesia, baik di kota besar maupun di pelosok negeri,” kata Brian di kantor Kemendiktisaintek, Jakarta, Rabu (16/9/2026).

Berdasarkan data per Selasa (15/9/2026), sebanyak 71 program beasiswa telah ditayangkan secara publik melalui platform tersebut. Total pendanaan yang tercatat mencapai Rp 16,37 triliun.

Dana tersebut diperuntukkan bagi sekitar 1,22 juta orang. Hingga berita ini ditulis, lebih dari 853.000 penerima manfaat telah terjangkau. Kemdiktisaintek menyebut data tersebut masih bersifat sementara dan akan terus bertambah seiring dengan masuknya mitra baru serta proses verifikasi data.

Dari 465 jenis beasiswa yang telah tercatat dalam sistem, sektor filantropi menjadi penyumbang terbanyak dengan 340 jenis program. Selanjutnya, terdapat 54 program dari pemerintah daerah, 27 dari pemerintah pusat, 27 dari perusahaan, dan 17 dari perguruan tinggi.

“Data ini menunjukkan hal yang patut kita syukuri. Mitra filantropi menjadi kontributor jenis beasiswa terbanyak, yang menandakan besarnya kepedulian masyarakat terhadap pendidikan anak bangsa,” lanjut Brian.

SatuBeasiswa Indonesia, disebut Brian, tidak hanya berfungsi sebagai pusat informasi beasiswa, tetapi juga dapat menjadi instrumen pemerintah untuk memetakan kebutuhan pembiayaan pendidikan secara nasional.

Pemerintah menargetkan angka partisipasi kasar (APK) pendidikan tinggi meningkat dari 32,89% pada 2025 menjadi 34,92% pada 2026. Selanjutnya kembali meningkat menjadi 38,04% pada 2029 dan mencapai 60% pada 2045 sebagai bagian dari visi Indonesia Emas.

“Semakin lengkap data yang terhimpun, semakin akurat pula pemetaan kebutuhan beasiswa nasional sebagai dasar sinkronisasi program antarmitra menuju pemerataan akses pendidikan di Indonesia,” tutup Brian.

Optimalisasi SatuBeasiswa Indonesia dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor yang melibatkan kementerian, pemerintah daerah, perusahaan, lembaga filantropi, hingga perwakilan negara sahabat.

Kemdiktisaintek berharap ekosistem digital yang terintegrasi tersebut dapat memperluas akses masyarakat terhadap pendanaan pendidikan sekaligus mendukung pengembangan sumber daya manusia (SDM) Indonesia yang unggul dan berdaya saing.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Asrenum Panglima TNI Bersama Wamenhan RI Bahas RUU Reforma Agraria

KORANBOGOR.com,JAKARTA-Asisten Perencanaan Umum (Asrenum) Panglima TNI Letjen TNI Candra Wijaya mewakili Panglima TNI bersama Wakil Menteri Pertahanan RI Marsekal...

Berita Terkait