KORANBOGOR.com,BOYOLALI-Aktivitas Gunung Merapi masih berada pada Level III atau Siaga. Dalam periode pengamatan Sabtu (3/10/2026) pukul 00.00-06.00 WIB, Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat empat kali guguran lava dengan jarak luncur maksimum mencapai 1.800 meter ke arah barat daya.
Guguran lava tersebut mengarah ke kawasan Kali Sat/Putih dan Kali Krasak. Kondisi ini menjadi salah satu potensi bahaya yang perlu diwaspadai masyarakat di kawasan lereng Gunung Merapi.
Plt Kepala BPBD Boyolali, Ari Wahyu Prabowo mengimbau masyarakat yang berada di wilayah lereng Gunung Merapi untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi guguran lava yang dapat terjadi sewaktu-waktu“Masyarakat yang berada di wilayah lereng Gunung Merapi agar selalu mewaspadai adanya guguran lava Merapi yang sewaktu-waktu terjadi,” ujar Ari Wahyu Prabowo kepada wartawan, Sabtu (3/10/2026).
Berdasarkan hasil pengamatan BPPTKG, cuaca di sekitar Gunung Merapi terpantau cerah dengan angin bertiup lemah ke arah barat laut. Suhu udara berkisar 17,3-20 derajat Celsius, kelembapan 82-85,6 persen, dan tekanan udara 876,8-920,8 mmHg.
Secara visual, Gunung Merapi teramati jelas. Asap kawah bertekanan lemah berwarna putih dengan intensitas tipis dan ketinggian sekitar 10-20 meter di atas puncak kawah.
Aktivitas kegempaan Gunung Merapi selama periode pengamatan masih tercatat. BPPTKG mencatat 13 kali gempa guguran dengan amplitudo 2-18 milimeter dan durasi 35,96-228,26 detik.
Selain itu, tercatat satu kali tremor harmonik dengan amplitudo 43 milimeter dan durasi 75,88 detik. Gempa hybrid/fase banyak tercatat sebanyak 14 kali dengan amplitudo 2-31 milimeter, S-P 0,4-0,7 detik, dan durasi 17,42-56,9 detik.Sementara itu, gempa vulkanik dangkal tercatat dua kali dengan amplitudo 3-80 milimeter dan durasi 27,58-33,79 detik.
BPPTKG menyebut data pemantauan menunjukkan suplai magma ke Gunung Merapi masih berlangsung. Kondisi tersebut dapat memicu terjadinya awan panas guguran di daerah yang masuk dalam kawasan potensi bahaya.
Warga Diminta Menjauhi Kawasan Bahaya Gunung Merapi
Dengan status aktivitas masih Level III atau Siaga, masyarakat diminta tidak melakukan kegiatan di daerah yang masuk kawasan potensi bahaya Gunung Merapi.
Potensi bahaya guguran lava dan awan panas berada di sektor selatan-barat daya, meliputi Sungai Boyong hingga jarak maksimal 5 kilometer. Sementara Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng memiliki potensi bahaya hingga jarak maksimal 7 kilometer.
Pada sektor tenggara, potensi bahaya meliputi Sungai Woro hingga maksimal 3 kilometer dan Sungai Gendol hingga 5 kilometer.
Jika terjadi letusan eksplosif, lontaran material vulkanik diperkirakan dapat menjangkau radius hingga 3 kilometer dari puncak Gunung Merapi.Masyarakat juga diminta mewaspadai potensi lahar dan awan panas guguran, khususnya ketika terjadi hujan di sekitar Gunung Merapi. Warga juga perlu mengantisipasi kemungkinan gangguan akibat abu vulkanik.
BPPTKG menegaskan, apabila terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali.