









KORANBOGOR.com,JAKARTA-Dewan Australia-Indonesia Institute (AII) melakukan kunjungan ke Indonesia pada 12-16 Oktober untuk memperkuat hubungan antara kedua negara.
“Australia-Indonesia Institute berkomitmen untuk memperdalam kerja sama Australia-Indonesia di berbagai sektor, termasuk pendidikan, bisnis, media, agama, kepemudaan, dan pembangunan masyarakat,” ujar Duta Besar Australia untuk Indonesia, Rod Brazier.
Selama kunjungan ke Jakarta dan Sulawesi Utara, Dewan AII bertemu dengan berbagai tokoh dari kalangan pemerintahan, bisnis, media, seni, dan budaya. Kunjungan tersebut juga mencakup pertemuan dengan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Abdul Mu’ti, yang merupakan alumni program unggulan AII, yaitu Australia-Indonesia Muslim Exchange Program (AIMEP).
Di Sulawesi Utara, Dewan AII mengunjungi SMP Lokon St. Nikolaus di Tomohon, yang merupakan anggota program Australia-Indonesia BRIDGE School Partnership. Dalam kunjungan tersebut, para anggota Dewan bertemu dengan siswa dan guru serta mendengarkan secara langsung mengenai manfaat kemitraan sekolah tersebut dengan St Columba College di Adelaide, Australia.
Dewan AII juga bertemu dengan Wakil Wali Kota Tomohon, Sendy G. A. Rumajar, Wakil Wali Kota Manado, Richard Sualang, serta para peneliti yang berkontribusi dalam berbagai inisiatif yang didukung Australia di Sulawesi Utara melalui program Partnership for Australia-Indonesia Research dan platform Australia-Indonesia Knowledge Partnership Platform (KONEKSI).
Anggota Dewan AII juga berkesempatan untuk bertemu dengan para alumni program pertukaran AII, termasuk Australia-Indonesia Muslim Exchange Program (AIMEP), Australia-Indonesia Youth Exchange Program (AIYEP), dan Elizabeth O’Neill Journalism Award Program.
Australia-Indonesia Institute didirikan pada tahun 1989 oleh Pemerintah Australia untuk memperkuat hubungan kelembagaan dan mendorong hubungan yang lebih erat antara masyarakat Indonesia dan Australia. AII mendukung berbagai proyek di bidang seni, musik, pendidikan, kepemudaan, masyarakat sipil, dialog lintas agama, media, dan olahraga.
Pertanyaan Media: Public-Affairs-JAKT@dfat.gov.