Australia , Indonesia , dan Mitra Regional Melindungi Lingkungan Laut

Harus Baca

KORANBOGOR.com,JAKARTA-Australia dan Indonesia hari ini menyelenggarkaan lokakarya Kawasan Konservasi Perairan (MPA) di Jakarta, mempertemukan para pejabat dan pakar maritim dari kawasan Asia Tenggara untuk memperkuat kerja sama di bidang lingkungan laut dan menekankan komitmen bersama terhadap wilayah yang stabil, damai, dan sejahtera.

“Lokakarya ini menunjukkan pentingnya kemitraan dalam melindungi lautan serta mendukung masyarakat dan perekonomian yang bergantung padanya,” ujar Alex Oates dari Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia (DFAT). “Dengan mempertemukan para pakar kelautan dan pejabat dari seluruh Asia Tenggara, kita menciptakan wadah untuk berbagi pengetahuan, memperkuat jaringan profesional, dan membangun kerja sama yang praktis dalam menghadapi tantangan maritim.”

Perwakilan dari Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, Filipina, Vietnam, dan Australia berbagi pengalaman dan keahlian terkait perencanaan MPA, pengelolaan dan konservasi laut, serta mengidentifikasi peluang kolaborasi dalam implementasi Perjanjian Keanekaragaman Hayati di Laut Lepas (BBNJ) yang bersejarah.

“Indonesia bangga menjadi tuan rumah bersama Australia dalam menyelenggarakan lokakarya MPA Regional perdana ini, yang mencerminkan komitmen bersama kita untuk memperkuat kerja sama regional dalam pengelolaan laut yang berkelanjutan,” ujar Dr. Firdaus Agung dari Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia. “Lokakarya ini menjadi wadah penting bagi para mitra regional untuk bertukar pengetahuan, memperkuat kapasitas, dan meningkatkan kerja sama terkait kawasan konservasi perairan serta implementasi Perjanjian BBNJ. Kami berharap dapat terus bekerja sama dengan para mitra regional untuk mendorong tata kelola laut yang efektif dan pemanfaatan sumber daya kelautan bersama secara berkelanjutan.”

Laut yang sehat dan produktif menopang ketahanan pangan, mata pencaharian, pariwisata, dan pertumbuhan ekonomi di seluruh Asia Tenggara. MPA memegang peran penting dalam melestarikan keanekaragaman hayati, mendukung perikanan berkelanjutan, meningkatkan ketahanan ekosistem, serta membantu negara-negara memenuhi kewajiban mereka berdasarkan hukum internasional, khususnya Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hukum Laut (UNCLOS).

Lokakarya ini mendorong kolaborasi regional dalam menghadapi berbagai tantangan maritim bersama, serta para peserta bertukar pengalaman praktis mengenai tata kelola, pengawasan, penegakan hukum, dan penelitian ilmiah kelautan. Kegiatan ini juga menjadi sarana bagi negara-negara peserta untuk mengidentifikasi peluang kerja sama di masa depan.

Lokakarya ini diselenggarakan melalui program Southeast Asia Maritime Partnerships Australia, yang mendukung negara-negara mitra di kawasan dalam menghadapi berbagai tantangan maritim.

Pertanyaan Media: Public-Affairs-JAKT@dfat.gov.au

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Zico Tuding Wasit Rampas Mimpi Mesir Di Piala Dunia 2026

KORANBOGOR.com-Kekalahan dramatis Mesir dari Argentina di babak 16 besar Piala Dunia 2026 menyisakan luka mendalam. Bukan hanya karena gagal...

Berita Terkait