Tolak Politik Dinasti ,Ribuan Pemuda Di Kota Bandung Deklarasi Dukung Ganjar-Mahfud

Harus Baca

Foto: Ribuan pemuda Kota Bandung mendeklarasikan dukungan untuk pasangan capres dan cawapres Ganjar-Mahfud MD. Mereka menolak politik dinasti di Indonesia.

KORANBOGOR.com,BANDUNG-Ribuan Pemuda Kota Bandung deklarasikan dukungan untuk pasangan capres dan cawapres nomor urut 3 Ganjar-Mahfud, melalui acara bertajuk ‘Deklarasi Pemuda Gama Kota Bandung’ yang digelar di Gedung Wisma Bungsuna Dewi, Sabtu (9/12).

Deklarasi tersebut merupakan respons dari para pemuda yang menolak dan menghindari isu politik dinasti.Oleh karena itu,mereka berharap dengan adanya deklarasi tersebut dapat menjadi wadah untuk menggaungkan pemilu bersih demi masa depan Indonesia yang lebih baik.

“Ganjar – Mahfud adalah pilihan tepat untuk pemuda milenial dan Gen Z karena banyak inisiasi di luar sana yang berbicara kepentingan dunia politik dan sebagainya.

Akan tetapi Ganjar-Mahfud adalah pasangan yang tepat untuk menghindari korupsi dan nepotisme serta politik dinasti,” ucap salah seorang orator pada

Deklarasi Pemuda Gama,Fadil Muhamad Latif dalam keterangan tertulisnya kepada JPNN.com, dikutip Senin (11/12).

Fadil menuturkan, deklarasi Pemuda Gama sekaligus menjadi ajang edukasi untuk pemuda Kota Bandung agar tidak salah dalam memilih capres dan cawapres.

“Disini juga kami berbagi terkait seperti apa teknis pemilu 2024 mendatang. Intinya jangan sampai tidak tau dan mudah dibisikan informasi yang menyimpang, terutama pada masa kampanye ini,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Pemuda Gama, Porta Kabayan mengatakan, deklarasi dukungan kepada pasangan Ganjar-Mahfud merupakan bentuk penolakan terhadap politik dinasti.

“Ini murni kepedulian kami pemuda Kota Bandung yang menginginkan pemimpin masa depan yang berniat menyejahterakan rakyat tanpa korupsi dan nepostisme.

Dari tiga calon punya visi yang sangat bagus, tapi kami tidak ingin politik yang penuh pencitraan atau hal-hal lain yang hanya untuk rekayasa dan kami menolak dinasti politik,” kata Porta.

Menurutnya, politik dinasti dan nepotisme merupakan awal dari kemunduran bagi demokrasi di Indonesia.

“Adanya nepotisme dimana ada cawapres masuk ke kancah pencalonan dengan cara yang tidak baik, harus kami lawan dan buktikan dengan deklarasi ini. Kami ingin pemimpin yang menjaga demokrasi,” tuturnya.


TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

KPK : 4 Pimpinan DPRD Jatim Tersangka

KORANBOGOR.com,JAKARTA-Empat pimpinan DPRD Provinsi Jawa Timur ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait pengembangan penyidikan perkara yang...

Berita Terkait