KORANBOGOR.com-Gejala diabetes kerap tidak disadari sejak dini oleh orang awam. Kondisi tersebut membuat sebagian orang baru mengetahui dirinya mengalami diabetes setelah kadar gula darah meningkat atau komplikasi mulai muncul.
Padahal, sejumlah tanda diabetes dapat dikenali dari kondisi tubuh yang muncul sepanjang hari, termasuk pada siang dan malam hari. Mengenali gejala tersebut penting agar pemeriksaan dan pengobatan dapat dilakukan lebih cepat
Fase Prediabetes
Dokter spesialis penyakit dalam konsultan endokrin, metabolik, dan diabetes, dr Herry Nursetiyanto mengatakan, diabetes umumnya diawali dengan fase prediabetes.
“Pada tahap ini, kadar gula darah puasa berada di angka 100 hingga 125 mg/dL. Belum dikatakan diabetes, tapi jika tidak dicegah bisa berkembang menjadi diabetes tipe 2,” ujar dr Herry, mengutip laman resmi Mayapada Hospital.
Herry menjelaskan, seseorang baru dinyatakan mengidap diabetes apabila kadar gula darah puasanya sudah melebihi 126 mg/dL. Karena itu, perubahan kondisi tubuh, baik pada siang maupun malam hari, perlu diperhatikan, terutama pada orang yang memiliki faktor risiko diabetes
Tanda Diabetes pada Siang Hari
Pada siang hari, salah satu tanda yang dapat muncul adalah tubuh mudah merasa lemas meskipun sudah mengonsumsi makanan dalam jumlah cukup. Kondisi tersebut berkaitan dengan gangguan kerja insulin yang membuat glukosa tidak dapat dimanfaatkan tubuh secara optimal sebagai sumber energi.
Rasa haus yang berlebihan dan lebih sering buang air kecil juga dapat berlangsung sepanjang hari. Ketika kadar gula darah tinggi, ginjal bekerja lebih keras untuk membuang kelebihan glukosa melalui urine. Kondisi ini dapat membuat tubuh kehilangan lebih banyak cairan sehingga rasa haus meningkat. Gejala lain yang dapat dirasakan adalah kulit kering dan gatal, terutama pada bagian lipatan tubuh seperti leher dan ketiak.
Selain itu, pandangan kabur juga dapat menjadi salah satu tanda diabetes. Perubahan kadar gula darah dapat memengaruhi keseimbangan cairan tubuh dan membuat lensa mata mengalami perubahan sehingga penglihatan menjadi kurang fokus.
Tanda Diabetes pada Malam Hari
Memasuki malam hari, gejala diabetes dapat menjadi lebih terasa. Salah satu tanda yang cukup umum adalah sering terbangun untuk buang air kecil.
Kondisi tersebut terjadi karena ginjal bekerja lebih keras mengeluarkan kelebihan glukosa melalui urine. Akibatnya, frekuensi buang air kecil meningkat, termasuk ketika seseorang seharusnya sedang tidur.
Kehilangan banyak cairan melalui urine juga dapat memicu rasa haus pada malam hari. Penderita dapat terbangun untuk minum dan kemudian kembali buang air kecil. Siklus tersebut dapat berulang sehingga mengganggu kualitas tidur.
Kulit yang terasa kering dan gatal, terutama di area lipatan seperti leher atau ketiak, juga dapat dirasakan menjelang tidur.
Gejala Diabetes Saat Bangun Pagi
Setelah bangun tidur, umumnya penderita diabetes dapat merasakan mulut kering dan tubuh lemas. Rasa lemas berkaitan dengan kondisi ketika insulin tak mencukupi atau tidak bekerja secara optimal sehingga glukosa tidak dapat dimanfaatkan dengan baik untuk menghasilkan energi.
Kesemutan atau mati rasa pada tangan dan kaki juga dapat terasa lebih jelas pada pagi hari. Kondisi tersebut dapat menjadi tanda kerusakan saraf tepi akibat kadar gula darah yang tidak terkontrol. Dalam istilah medis, kondisi ini dikenal sebagai neuropati diabetik.
Pandangan kabur juga dapat muncul ketika baru bangun tidur. Perubahan kadar cairan tubuh akibat perubahan kadar gula darah dapat memengaruhi lensa mata dan membuat mata sulit memfokuskan pandangan.
Waspada Faktor Risiko Diabetes
Selain mengenali gejalanya, masyarakat perlu memperhatikan faktor risiko diabetes. Beberapa di antaranya adalah riwayat diabetes dalam keluarga, kelebihan berat badan, kurang aktivitas fisik, pola makan tinggi gula dan lemak, serta tekanan darah tinggi. Semakin banyak faktor risiko yang dimiliki seseorang, semakin penting untuk melakukan pemeriksaan gula darah secara berkala, meskipun belum merasakan gejala yang jelas.
Kapan Harus Memeriksakan Diri?
Apabila rasa haus berlebihan, sering buang air kecil, tubuh mudah lemas, pandangan kabur, atau kesemutan muncul berulang, terutama pada orang yang memiliki faktor risiko diabetes, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter.
Pemeriksaan dapat dilakukan melalui tes gula darah puasa, tes HbA1c, atau tes toleransi glukosa. Pemeriksaan tersebut diperlukan untuk mengetahui kondisi kadar gula darah dan memastikan diagnosis.
Semakin dini diabetes terdeteksi, semakin besar peluang untuk mengendalikan kadar gula darah sekaligus mengurangi risiko komplikasi jangka panjang, seperti penyakit jantung, gagal ginjal, hingga gangguan penglihatan.
Cara Mencegah Diabetes sejak Dini
Diabetes tipe 2 dapat dicegah atau ditunda melalui perubahan gaya hidup. Usaha pencegahan yang dapat dilakukan antara lain menjaga berat badan tetap ideal, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, rutin berolahraga, serta membatasi konsumsi gula berlebih.
Pemeriksaan kesehatan secara berkala juga penting, terutama bagi orang dengan faktor risiko diabetes. Dengan mengetahui kondisi gula darah lebih awal, langkah pencegahan dan pengendalian dapat dilakukan sebelum penyakit berkembang dan menimbulkan komplikasi.